”Manusya Mriga Satwa Swaka” (Manusia Mendapatkan Kebahagiaan/Kesejahteraan Melalui Hewan)
Jumat, 04 Mei 2012
Sapi Gila, Indonesia Cekal Pasokan Daging Amerika
JAKARTA – Daging asal Amerika Serikat dipastikan dicakal alias
tidak diperbolehkan masuk ke tanah air. Hal ini terkait dengan kasus penyakit
sapi gila yang sedang menyerang negara tersebut.
Menteri
Pertanian, Suswono menegaskan penghentian itu terhitung sejak 24 April 2012.
“Maka pemasukan produk hasil ternak dari USA diantara Meat don’t Meal (MDM),
jeroan, dan daging dengan tulang dihentikan sementara terhitung sejak 24
April,” katanya saat ditemui di dalam acara Musyawarah Rencana Pembangunan
Nasional (Musrembang), Kamis (26/4).
Ia
belum memastikan batas waktu penghentian itu dilakukan. Yang jelas, lanjutnya,
sampai ada penjelasan, penanganan, dan pengendalian dari otoritas Amerika
terkait persoalan tersebut. Termasuk rekomendasi dari komisi kesehatan hewan di
Indonesia.
Tetapi,
daging yang terlanjur dikirimkan ke Indonesia sebelum tanggal 24 April, masih
diperbolehkan. “Bagi yang sudah dikirimkan sebelum tanggal 24 april dibolehkan
masuk. Tapi setelah itu kita larang. Makanya kita lihat dokumen pengirimannya
dari sana,” katanya.
Ia
menjelaskan keputusan itu dilakukan ketika pemerintah sudah mendapatkan
informasi adanya penyakit sapi gila yang merebak di Amerika Serikat terutama di
negara bagian California. Pemerintah pun mendapatkan klarifikasi dari atase
Amerika di Jakarta pada 25 April.
“Informasi
itu dibenarkan dan memberikan bukti-bukti tertulis mengenai hal tersebut,”
katanya.
Dari
situ, komisi ahli kesehatan hewan langsung mengadakan rapat dan menghasilkan
sejumlah rekomendasi. Pada intinya, perlu memperhatiakn UU No 18 Tentang
Peternakan dan Kesehatan Hewan terutama prinsip perlindungan dan kehati-hatian
serta prinsip keilmuan. Sehingga pemerintah memutuskan untuk menghentikan
pasokan daging dari Amerika.
Ia
pun memastikan Indonesia tidak akan kekurangan pasokan daging. Karena, selain
Amerika, ada sejumlah negara yang menjadi pemasok daging. “Ada dari Australia,
Kanada, Brazil. Tentu kita tidak ingin adanya kasus ini berdampak pada pengurangan
volume,” katanya.
Sumber:
REPUBLIKA.CO.ID
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar